blog ini merupakan blog duta bahasa, berisi segala informasi mengenai pemilihan duta bahasa, berita-berita seputar para duta, kegiatan para duta dan pemikiran-pemikirannya.
 

28 Juli 2011

Pemenang Duta Bahasa Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011

0 komentar
Berdasarkan hasil penilaian oleh Dewan Juri yang terdiri atas:

Drs. Widada, M.Hum. dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah;
Widiyartono R., S.S. dari Forum Bahasa Media Massa;
Drs. Slamet Mulyono, M.Pd. dari Himpunan Pembina Bahasa Indonesia.

Setelah menilai dan mempertimbangkan berbagai aspek, yaitu penampilan, kebahasaan, dan pengetahuan budaya, dewan juri memutuskan pemenang Duta Bahasa Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011, sebagai berikut.

Pemenang I Putra : Hanifan Fuadi Fathul M. dari Kota Surakarta
Pemenang I Putri : Elizabeth Yuniar dari Kota Surakarta

Pemenang II Putra : Andre Wijaya Binarto dari Kota Magelang
Pemenang II Putri : Sulistyoko Agustina dari Universitas Dian Nuswantoro

Pemenang III Putra : Tri Susilo dari Kabupaten Sukoharjo
Pemenang III Putri : Ayu Wulandari dari Universitas Sebelas Maret

Pemenang Harapan I Putra : M. Badrus Siroj dari Universitas Negeri Semarang
Pemenang Harapan I Putri : Putri Amalia Rizkina dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Pemenang Harapan II Putra : Rizky Afianto dari Universitas Katolik Soegijopranoto
Pemenang Harapan II Putri : Infra Ranisetya dari Kabupaten Temanggung

( Panitia Duta Bahasa / Tim Laman Balai Bahasa )
Read more...

Fadli-Meiwanda Duta Bahasa Riau 2011

0 komentar

Kepala Balai Bahasa Riau, Drs Agus Sri Danardana M Hum, memberi ucapan selamat kepada Duta Bahasa Riau 2011, Fadli Irsal dan Geovani Meiwanda, di Kantor Balai Bahasa Riau, Selasa (26/7/2011). (Foto: dedi sungkono/ riau pos)

KOTA (RP) - Fadli Irsal dan Geovani Meiwanda terpilih menjadi Duta Bahasa Riau 2011, setelah menyisihkan 28 finalis lainnya dalam acara final yang berlangsung di Kantor Balai Bahasa Provinsi Riau, Panam, Selasa (26/7) kemarin. Dengan demikian, keduanya berhak mewakili Riau dalam pemilihan Duta Bahasa Indonesia 2011 di Jakarta, Oktober 2011 nanti.

Tiga juri, masing-masing budayawan Al azhar, Kepala Balai Bahasa Riau Drs Agus Sri Danardana M Hum, dan jurnalis/sastrawan Hary B Kori’un, sepakat memenangkan keduanya, karena dianggap memiliki kemampuan di atas peserta lainnya. Fadli Irsal mengalahkan 14 finalis putra dengan nilai 720, sedang Geovani Meiwanda juga menyisihkan 14 finalis putri lainnya dan mengumpulkan nilai 715.

“Ada tiga variabel yang menjadi dasar penilaian kami. Yakni tes tertulis tentang bahasa Indonesia, makalah yang mereka buat, dan yang terakhir adalah kemampuan mereka dalam menyampaikan pikiran-pikiran dalam menjawab pertanyaan juri termasuk di dalamnya perfoma, kecakapan berbicara, dan dan kemampuan pengetahuan,” jelas Ketua Dewan Juri, Al azhar, ketika menyampaikan pengumuman pemenang.

Menurut Al azhar, pada dasarnya seluruh peserta memiliki nilai yang hampir sama, karena sudah lolos seleksi lewat teks tertulis. Dan untuk mencari pemenangnya, dewan juri memang harus bekerja keras karena nilai para finalis bedanya sangat tipis.

Al azhar berharap, dua pemenang yang akan mewakili Riau ke iven nasional nanti, benar-benar mempersiapkan diri, terutama menambah pengetahuan tentang kebudayaan Melayu Riau, sastra, pengetahuan kebahasaan, dan belajar berpantun secara improvisasi. “Itu penting, karena menjadi salah satu identitas masyarakat Riau yang dikenal luas di luar Riau,” ujarnya.

Selain memilih pemenang pertama putra-putri, juri juga memilih empat pemenang lainnya. Untuk juara kedua putra diraih oleh Chandra Alfindodes, Risky Bagus Oka (III), RM Yusuf Trisna Jaya (harapan I), dan Hendra Darmawan (harapan II). Sedang di kelompok putri, juara kedua diraih Dina Nurul Syafira, Fahny Agnifa (III), Sulis Septisora (harapan I), dan Fizia Hayati (harapan II).

Kepala Balai Bahasa Riau, Agus Sri Danardana, menjelaskan, acara pemilihan Duta Bahasa Riau ini akan menjadi agenda tahunan lembaga yang dipimpinnya, dan berharap banyak anak-anak muda Riau yang mengikutinya di masa depan, agar anak-anak muda terbiasa menggunakan bahasa Indonesia yang baik.

“Alhamdulillah, hari ini telah terpilih, dan kami berharap mereka juga bisa berprestasi lebih jauh di tingkat nasional,” jelas mantan Kepala Kantor Bahasa Lampung ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Arpina SPd, menjelaskan, persiapan panitia selama ini sudah lumayan maksimal, dan berharap peserta yang terpilih mewakili Riau kali ini juga memang benar-benar memiliki kemampuan yang maksimal. “Kami percaya, dewan juri telah bekerja keras untuk memilih yang terbaik dari yang baik,” jelas Arpina.

Geovani Meiwandi mengaku surprise dengan kemenangan dirinya. Namun dia bersyukur bisa mewakili Riau di iven nasional. “Saya sangat surprise, dan semoga bisa mengharumkan Riau di tingkat nasional nanti,” kata gadis berparas tinggi ini.(gem)

Read more...

Dua Pasang Muda Mudi Jadi Duta Bahasa Jabar 2011

0 komentar

BANDUNG - Dua pasang muda-mudi menjadi Duta Bahasa Jawa Barat 2011. Mereka terpilih setelah lolos mengikuti seleksi 10 besar duta bahasa di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung.

Pemenang utama pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat 2011 adalah Yesi Haerunisa dan Pradipta Dirgantara. Sedangkan juara favorit adalah pasangan Wenda Averroes Akil dan Farah Vauzia.

Selanjutnya, para duta akan mengisi kegiatan di Komunitas Pecinta Bahasa Indonesia yang ada di Balai Bahasa Bandung (BBB).

Yesi Haerunisa mengungkapkan, setelah terpilih menjadi duta bahasa dia akan membawa kominitas untuk lebih aktif di dunia maya.

"Saya juga akan menjalankan program baca tulis bagi anak jalanan dan kurang mampu," kata Yesi, usai terpilih menjadi Duta Bahasa, Kamis (21/7/2011).

Menurutnya, program sosialisasi bahasa sangat penting untuk memberantas buta huruf di Jabar. "Jumlah buta huruf di Jawa Barat cukup besar," tambah mahasiswa Farmasi Universitas Padjdjaran (Unpad) tersebut.

Duta Bahasa Jawa Barat 2007, Anarima Syafitri menyebutkan, pemilihan duta bahasa diikuti 141 peserta, yakni 80 perempuan dan 61 laki-laki.

"Bahasa mengedepankan logika yang tidak hanya dimiliki anak jurusan bahasa saja. Duta bahasa tidak hanya menjabat setahun, tapi menjadi jabatan seumur hidup," jelasnya.
(rhs)

Sumber: Okezone.com, 21 Juli 2011
Read more...