blog ini merupakan blog duta bahasa, berisi segala informasi mengenai pemilihan duta bahasa, berita-berita seputar para duta, kegiatan para duta dan pemikiran-pemikirannya.
 

25 September 2012

DUTA BAHASA PROVINSI JAWA TIMUR 2012

0 komentar




Ajang pemilihan ambassador atau duta tentunnya menjadi hal yang sangat menarik dan dinantikan oleh teman - teman yang berminat dan berpotensi di kegiatan sosial dan pageant, salah satunya aku. 

Pemilihan Duta Bahasa Prov. Jawa Timur adalah ajang selanjutnya yang saya ikuti bulan Juni 2012 yang lalu. Pemilihan duta ini diadakan oleh Balai Bahasa Jawa timur dibawah pimpinan Kementrian Pendidikan dan Budaya Indonesia. Setiap provinsi di Indonesia mengadakan pemilihan ini, karena sepasang putra putri yang menjadi juara satu akan maju ke tingkat nasional untuk merebut gelar Duta Bahasa Indonesia. Bukan bahasa Indonesia, tapi Duta Bahasa se Indonesia. Cukup membuat prastice bagi siapapun yang akan menyandang gelar tersebut. Sebelum jauh ke nasional, ayok kita mengintip apa yang terjadi di pemelihan provinsi.

Sumber Narasi dan Foto: http://jadipositif.blogspot.com 
Read more...

PEMILIHAN DUTA BAHASA JAWA TENGAH 2012

0 komentar

Setelah terpilihnya Duta Bahasa Jawa Tengah 2011, yaitu Hanifan Fuadi Fathul Mubin dan Elizabeth Yuniar sebagai Duta Bahasa Nasional 2011, kini Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah kembali akan menjaring tunas-tunas muda yang memiliki kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia baik, benar, dan sesuai konteks.

Ajang yang digelar tahunan ini bertujuan membangkitkan minat dan kebanggaan remaja terhadap bahasa Indonesia, serta memilih tunas muda untuk ikut berperan aktif dalam memasyarakatkan bahasa Indonesia yang baik, benar, dan sesuai konteks. Tidak banyak remaja yang mampu menggunakan bahasa Indonesia sesuai standar dan menempatkan bahasa Indonesia sesuai konteks penggunaannya. Untuk itu, ajang ini sangat bermanfaat untuk kembali membangkitkan minat remaja berbahasa Indonesia serta menumbuhkan nasionlisme remaja melalui bahasa. 

Adapun syarat mengikutinya adalah peserta: 
  • bermukim di wilayah Jawa Tengah; 
  • berkepribadian baik; 
  • berpendidikan minimal SLTA; 
  • berumur antara 18--25 tahun dan belum menikah; 
  • berbahasa Indonesia baik, benar, dan sesuai konteks secara lisan dan tertulis; 
  • berberat badan proporsional dengan tinggi badan minimal 155 cm bagi putri dan 165 cm bagi putra; serta 
  • berpengetahuan luas serta mampu menguasai bahasa ibu dan bahasa asing. 
Selain syarat tersebut, peserta diwajibkan membuat makalah singkat (3--5 halaman) tentang kebahasaan atau kesastraan, diketik pada kertas A4 dengan jenis tulisan Times New Roman 12 dan spasi 1,5.

Pendaftar dapat langsung datang ke Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Jalan Elang Raya No. 1 Mangunharjo dengan membawa biodata dan foto diri ukuran 3R. Pendaftaran dibuka sampai tanggal 1 Oktober 2012. Formulir pendaftaran dapat diunduh di sini. 

Unsur yang akan dinilai adalah: 
  • penampilan dan kepribadian; 
  • penguasaan bahasa Indonesia secara lisan dan tulis; serta 
  • penguasaan bahasa asing, bahasa ibu, dan pengetahuan budaya. 
Penyeleksian akan dilaksanakan di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dalam dua tahap.Tahap pertama adalah seleksi administrasi yang akan diadakan tanggal 5 Oktober 2012. Peserta yang lolos pada tahap ini akan dihubungi panitia untuk mengikuti seleksi tahap kedua. Selesi tahap kedua adalah seleksi wawancara yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2012. Duta Bahasa terpilih nantinya akan diikutsertakan dalam pemilihan duta bahasa nasional di Jakarta.

Sekretariat. 
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah 
Jalan Elang Raya No. 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang, 
Telepon 024-76744357, 70769945, 
Faksimile 024-76744358, 70799945. 

Kontak Panitia: 
Mulyadi ( 024-91379750 ) 
Taka ( 085729337556 ) 
Akhid ( 081578012036)

Read more...

21 Agustus 2012

CATATAN MELLY: DUTA BAHASA 2009 DARI JAMBI

0 komentar
Foto Bersama Pemenang Duta Bahasa Provinsi Jambi Tahun 2012

Akhirnya... lepas juga jabatanku.. (kayaknya seneng amat gitu, padahal.. ya gitu :P) setelah sekian lama memangku gelar Duta Bahasa sejak 2009, sebenarnya ada banyak hal yang aku terima sebagai pengalaman yang tak terhingga. tapi, ya saatnya untuk berbagi, ga boleh maruk! turun tahta untuk tahun ini...

Pengabdian yang hampir berjalan 3 tahun untuk menjadi perantara kontor Bahasa dalam menjalankan peran guna memasyarakatkan penggunaan bahasa Indonesia, tepat pada tanggal 6 Juni kemarin, berakhir. rasanya campur aduk waktu tau yang menang itu sohib sendiri. gemetaran buat masang selempang di pundaknya. hehehe.. jabatanku lepas ke si pink ranger noh, si meila. tapi, selain kudu masang tuh selempang ke meila, aku juga masangin ke bella. waaahh.. lengkap yah kita 3 dara duta! :D senang bisa berbagi peran ke mereka semua. sekarang ngga aku doang yang diledekin anak duta, mereka juga kan??

Meila berhasil meraih juara 1, terus bella yang ke 2. jadi, kita 3 dara duta dengan peringkat 1,1,dan 2. cuma, aku angakatan tue' sedangkan mereka manis, unyu (mulai lebay). tapi ga masalah, pastinya kita sekarang sama-sama pemenang. Yap, tinggal aku bantuin meila buat mempersiapkan diri guna menempuh proses yang lebih 'tinggi' lagi disana. tapi kalo diliat dari pengalamannya, kayaknya sih dia udah biasanya deh ikutan kompetisi beginian. bisa pasti si nenen pink itu mah. cuma, aku rada ragu aja dikit sama pasangannya. ga perlu dijelaskan, biar jadi rahasia aku sendiri kenapa aku pake alasan ragu segala. tapi, moga bisa kompak aja deh. kan baru liat sekali doang, sama tau nanti taunya mereka lebih akranb ketimbang aku sama kak dedi. semangaaaatt...!  

pesan -khusus buat meila-:
"jadilah diri sendiri. tak usah pedulikan orang lain berkata apa jika memang kita tidak bisa melakukan seperti apa yang mereka inginkan. cukup tunjukkan yang terbaik dari apa yang kamu miliki. segala sesuatunya tidak bisa tertebak jika hanya dilihat dari tampak luarnya saja. karena hal yang pasti tersimpan rapi di dalamnya. just be your self, nek...! semangat...! :D"

Sumber: http://mellyaimadisa.blogspot.com/2012/06/duta-bahasa-2012.html
Read more...

PUTRI ARIMBI, SANG PENULIS YANG MENJADI DUTA BAHASA

0 komentar

Oleh: Tim POTRET

Anda sebagai siswa atau mahasiswa? Bila ya, maka anda harus kreatif dan punya banyak prestasi donk. Hidup berprestasi adalah sebuah wujud anda sebagai orang yang kreatifdan innovative. Prestasi tentu saja tidak didapatkan secara instant, tetapi harus selalu ada upaya untuk menciptkan prestasi itu. Mungkin anda mengenal Putri Arimbi, mahasiswa Program Sarjana (S1) Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Sejak duduk dibangku SMA, Putri telah banyak meraih prestasi, hingga akhirnya ditahun 2011 Putri menjadi Duta Bahasa Provinsi Aceh.

Keikut sertaannya dalam kontes pemilihan Duta Bahasa yang diikuti oleh pemenang olimpiade Biologi Tingkat SMA/MA se-Kota Banda Aceh (2008) ini bermula dari saran teman-temannya yang menganggap dirinya mempunyai kapasitas untuk menjadi Duta Bahasa. Setelah mendaftarkan diri menjadi peserta, Putri bersaing dengan 32 peserta lainnya dan mengikuti tes Ujian Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), sebuah test seperti Toefl namun dalam bentuk bahasa Indonesia. Hasil seleksi tersebut menyisakan 10 peseta cewek dan cowok, Putri termasuk salah satu di antara 10 peserta tersebut dan menduduki posisi ke-4. Selanjutnya Putri dipasangkan dengan M. Nasir, mahasiswa FKIP Fisika Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Mereka harus membuat makalah dan mempersentasikannya. Dari hasil tes makalah tersebut terpilih 5 pasang peserta. Alhamdulillah Putri masuk ke 5 besar cewek yang tepilih. Pada tahap ini Putri dipasangkan dengan M. Fadhil Ahyari.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya, Putri terpilih menjadi pemenang pertama dan bersama M. Fadhil, Putri diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti karantina dalam rangka pemilihan Duta Bahasa Nasional. Putri dan Fadhil tampil sebagai perwakilan Aceh. Dalam masa karantina selama 5 hari. Mereka benar-benar digembleng dengan beberapa kegiatan dan pemberian materi dari Saiful Fatan, Happy Salma, dan Putu Wijaya.

Selanjutnya mereka mengikuti tes UKBI, namun level soalnya jauh lebih sulit. Kemudian penilaian pada saat persentasi. Pada saat tes persentasi kami mengangkat tema tentang pembentukan forum bahasa di Provinsi Aceh. Kegiatan lain pada saat karantina, para duta bahasa (54 orang) ikut meramaikan peluncuran film dari Dinas Pendidikan. Filmnya tentang Gerakan Cinta Bahasa. Acara puncaknya itu berlokasi di Taman Mini dan kami menggunakan pakaian adat dari masing-masing daerah dan setiap peserta mendapatkan pertanyaan masing-masing. Banyak dari mereka yang sangat apresiasi terhadap Aceh. Pertanyaan yang sering dilontarkan kepada kami adalah tentang Syariat Islam di Aceh dan tsunami. Putri merasa tertantang untuk lebih menjual nama Aceh dalam aura yang positif, karena sebagian mereka yang sangat mengkritisi Syariat Islam di Aceh.

Persoalan bahasa memang merupakan persoalan individu, namun akan menjadi permasalahan sosial di saat berinteraksi dengan orang lain. Putri menyatakan bahwa sangat disayangkan disaat orang yang berpendidikan tidak bisa berbahasa dengan baik dan benar. Menurutnya hal ini sangat dipengaruhi oleh teknologi dan juga budaya disaat sudah banyak bahasa gaul dan alay yang terserap dalam percakapan anak-anak muda saat ini. Lebih memprihatinkan lagi, jika kondisi ini terus berlanjut. Karena dampaknya akan mereka rasakan pada saat kuliah, pada saat membuat karya ilmiah, atau skripsi dan pada saat kondisi dimana mereka dituntut formal.

Dalam mempromosikan berbahasa yang baik dan benar, “Putri menyarankan untuk semua warga Indonesia memulai dari diri sendiri terlebih dahulu, selanjutnya keluarga dan teman-teman dekat. Walaupun ada sebagian yang menganggap ini tidak penting”. Ungkap anak pasangan Syarif Siregar dan Khairani, S. Pd yang juga hobi menulis. Putri sering memenangkan perlombaan menulis seperti puisi, cerpen, dan artikel. Salah satu artikelnya pernah dimuat dalam buku antologi artikel “Santeut, Khotbah Jender Pelajar Aceh” penerbit Aneuk Mulieng Publishing (2007).

Dalam menkritisi tulisannya Putri mengunggkapkan bahwa dia sangat terbuka. “Karena jika ada yang mengkritik, tandanya tulisan kita dibaca. Menulis itu tidak harus selalu bagus, yang penting kita bisa mengeluarkan gagasan kita yang bisa dibaca orang. Lalu, orang bisa memberikan masukan. Bagi Putri, sangat mudah menjadi penulis. Tips jadi penulis itu juga sangat sederhana. Ya, apa yang ada dipikiran kita, kita tuliskan saja. Jangan pikirkan benar salahnya, karena menulis itu adalah mengeluarkan ide dan gagasan kita. Kita harus sering-sering sharing dengan penulis yang lain agar kita bisa tahu dimana kekurangan dari tulisan kita.

Yuk para pembaca majalah POTRET, jangan enggan untuk menulis. Banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dengan menulis, misalnya kita dapat mempengaruhi orang lain, bisa berbagi cerita, berbagi ide, dan kita juga bisa mengajak orang lain berbuat lebih melalui tulisan.” Itulah kutipan pesan-pesan Putri untuk pembaca POTRET.

Sejalan dengan POTRET edisi 54 yang mengangkat tema eksploitasi seksual anak, Putri merasa sangat prihatin melihat fenomena dan realitas kehidupan seksual anak saat ini. Menurut Putri, “Ketika melihat posisi Aceh sebagai negeri Syariat Islam, adanya tindakan eksploitasi seksual anak yang diperdagangkan di negeri syariat ini menimbulkan tanda Tanya besar di benak kita. Mengapa itu terjadi di Aceh? Lebih lanjut, ujar Putri, seharusnya Aceh yang kita kenal sebagai daerah yang ketat dalam beragama, namun bias ada praktek ESA. Betapa hati kita terenyuh dan teriris, ketika membaca berita di surat kabar daerah ini, ada dua gadis Aceh yang masih di bawah umur yang dijual ke Singapura. Sangat tragis bukan? Seharusnya, ini tidak terjadi di Aceh. Kita harus menghentikan aksi ini.

Ketika ditanya, mengapa kasus-kasus eksploitasi seksual anak, seperti pelacuran anak, penjualan anak untuk seksual, pernikahan dini, pornografi anak dan wisata seksual terjadi, Putri memaparkan bahwa karena banyak faktor. Misalnya, karena pemahaman masyarakat kita yang mengamini pernikahan dini sebagai sebuah solusi bagi kaum perempuan dan juga remaja agar tidak terlanjur dalam seks bebas. Ada juga karena rendahnya pemahaman kita terhadap bahaya eksploitasi seksual anak dan hak anak. Hal yang lebih parah lagi adalah karena adanya oknum trafficker yang memanfaatkan keadaan. Mereka memanfaatkan kebodohan dan kemiskinan untuk memperdaya anak-anak dengan berbagai iming-iming seperti mendapatkan pekerjaan, lalu dibawa ke kota dan kemudian dijual untuk dijadikan sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK).

Jadi, ketika banyak masyarakat yang masih berada di bawah kesejahteraan yang pendidikannya rendah yang menginginkan ekonomi yang lebih, maka ini dijadikan peluang bisnis oleh mereka yang tidak berperikemanusiaan itu. Kita sering mengatakan keadaan ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mengantisipasi berlanjutnya praktek eksploitasi seksual anak ini, lanjut Putri. Ya, solusinya kita harus peduli dan kritis melihat kondisi disekitar kita. Kita harus mampu membaca fenomena dari para pelaku trafficking itu agar kita dan anak-anak perempuan yang kini terkontaminasi oleh budaya konsumtif, tidak dijakan korban lagi. Selain itu,agar kita terbentengi dari hal-hal yang bisa menjerumuskan kita ke hal-hal yang buruk”, masyarakat, media dan pemerintah harus saling bahu membahu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat untuk menghadapi berbagai kemungkinan buruk yang menghadang. Selayaknya kita mengajak masyarakat kita peduli mengatasi masalah ESA di tempat masing-masing.
Read more...

VISARAH DAN RADEN DUTA BAHASA JABAR 2012

0 komentar
VISARAH Novita dan Raden Anggoro berfoto dengan piala yang mereka raih, setelah terpilih menjadi Duta Bahasa Jabar 2012, pada ajang Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat 2012, di Hotel Carcadin, Jln. Kebon Jati, Kota Bandung, Kamis (7/6). *ADE BAYU INDRA/"PRLM"

BANDUNG, (PRLM).- Visarah Noviccaa Afridiani dan Raden Anggoro Putro Wibowo terpilih sebagai Duta Bahasa Jawa Barat 2012 setelah menyisihkan 178 peserta dalam Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat 2012 dengan tema "Bahasa Menunjukkan Cara Berpikir dan Bertindak" di Hotek Carradin, Jln. Kebon Jati, Bandung, Kamis (7/6/12).

Menurut Raden dengan terpilihnya sebagai Duta Bahasa Jawa Barat 2012 menjadi awal untuk dapat lebih menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar terutama di sosial media.

"Kalau di pergaulan sehari-hari menggunakan bahasa seperti biasa aja, tapi untuk di sosial media harus lebih memperhatikan lagi penggunaan bahasanya," kata alumnus Jurusan Managemen Universitas Widyatama.

Juara II Duta Jawa Barat diperoleh Anesia dan Tantra sedangkan untuk juara III diperoleh Restu Nurul dan Gilang Purnama. Sementara juara favorit adalah Inten Putri dari SMAN 5 Bandung dan Letda Arif.

Sementara menurut Ketua Balai Bahasa Jawa Barat Muhammad Abdul Khak penilaian dilihat pada kemampuan bahasa para peserta baik itu bahasa daerah, bahasa Indonesia maupun bahasa asing.

Kemampuan bahasa tersebut ditunjukkan dalam penulisan essai dan juga ketika proses tanya jawab. Selain itu juga merujuk pada hasil Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). (CA-14/A-88)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/191549
Read more...