blog ini merupakan blog duta bahasa, berisi segala informasi mengenai pemilihan duta bahasa, berita-berita seputar para duta, kegiatan para duta dan pemikiran-pemikirannya.
 
Tampilkan postingan dengan label Berita Duta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Duta. Tampilkan semua postingan

01 November 2012

Duta Bahasa, Cermin Pemuda Peduli Bahasa Indonesia

0 komentar

JAKARTA - Duta adalah seseorang yang menjadi wakil pada bidang tertentu. Tugasnya, tentu saja, mempromosikan bidang yang diwakilinya. Tidak hanya sebatas ucapan, tetapi juga melalui perilaku. 

Salah satu duta yang dimiliki Indonesia adalah duta bahasa. Setiap tahun, Badan Bahasa Kemendikbud menggelar pemilihan duta bahasa untuk mengampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sekaligus menjaga kelestarian bahasa pemersatu bangsa ini. 

Duta Bahasa Nasional dari DKI Jakarta Hendri Rifai menilai, duta bahasa adalah representasi pemuda yang memiliki kepekaan terhadap bahasa Indonesia. Menurutnya, menjadi duta bahasa berarti harus peduli akan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.  

"Duta bahasa turut berperan dalam upaya membina, melindungi, dan mengembangkan bahasa Indonesia dan membantu badan atau balai bahasa dalam upaya mengampanyekan penting dan luhurnya bahasa Indonesia," ungkap Hendri kepada Okezone. 

Pria kelahiran 1991 ini menjelaskan, duta bahasa sudah seharusnya diseleraskan dengan duta lainnya seperti duta antinarkoba dan duta lingkungan. "Dengan begitu, bahasa Indonesia akan memiliki kedudukan yang aman sebagai bahasa persatuan sehingga tidak dilunturkan dengan penggunaan bahasa asing yang berlebihan," imbuhnya tegas.

Meski belum terpilih sebagai Duta Bahasa Nasional 2012, Hendri mengaku sangat beruntung dapat mengikuti rangkaian kegiatan pemilihan duta bahasa nasional tersebut. Selama lima hari karantina, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan para finalis dari berbagai daerah di Tanah Air mempelajari banyak hal dan mengikuti berbagai ujian kemahiran berbahasa Indonesia. 

Pemilihan duta bahasa ini merupakan acara rutin yang diselenggarakan Badan Bahasa Kemendikbud. Tahun ini 25 provinsi Indonesia ikut ambil bagian dalam ajang tersebut. I Gede Wahyu Adi Raditya dan pasangannya Kadek Ridoi Rahayu dinobatkan sebagai pemenang pertama pemilihan Duta Bahasa Nasional 2012. Sedangkan finalis lainnya di antaranya berasal dari Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan DI Yogyakarta.

Berita kiriman
Annisa Riris Saputri 
Mahasiswa Sastra Inggris 
Fakultas Bahasa dan Seni 
Universitas Negeri Jakarta (UNJ)(//rfa)

Read more...

21 Agustus 2012

VISARAH DAN RADEN DUTA BAHASA JABAR 2012

0 komentar
VISARAH Novita dan Raden Anggoro berfoto dengan piala yang mereka raih, setelah terpilih menjadi Duta Bahasa Jabar 2012, pada ajang Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat 2012, di Hotel Carcadin, Jln. Kebon Jati, Kota Bandung, Kamis (7/6). *ADE BAYU INDRA/"PRLM"

BANDUNG, (PRLM).- Visarah Noviccaa Afridiani dan Raden Anggoro Putro Wibowo terpilih sebagai Duta Bahasa Jawa Barat 2012 setelah menyisihkan 178 peserta dalam Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat 2012 dengan tema "Bahasa Menunjukkan Cara Berpikir dan Bertindak" di Hotek Carradin, Jln. Kebon Jati, Bandung, Kamis (7/6/12).

Menurut Raden dengan terpilihnya sebagai Duta Bahasa Jawa Barat 2012 menjadi awal untuk dapat lebih menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar terutama di sosial media.

"Kalau di pergaulan sehari-hari menggunakan bahasa seperti biasa aja, tapi untuk di sosial media harus lebih memperhatikan lagi penggunaan bahasanya," kata alumnus Jurusan Managemen Universitas Widyatama.

Juara II Duta Jawa Barat diperoleh Anesia dan Tantra sedangkan untuk juara III diperoleh Restu Nurul dan Gilang Purnama. Sementara juara favorit adalah Inten Putri dari SMAN 5 Bandung dan Letda Arif.

Sementara menurut Ketua Balai Bahasa Jawa Barat Muhammad Abdul Khak penilaian dilihat pada kemampuan bahasa para peserta baik itu bahasa daerah, bahasa Indonesia maupun bahasa asing.

Kemampuan bahasa tersebut ditunjukkan dalam penulisan essai dan juga ketika proses tanya jawab. Selain itu juga merujuk pada hasil Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI). (CA-14/A-88)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/191549
Read more...

20 Desember 2011

DUTA BAHASA HARUS MILIKI KEINGINAN KUAT LESTARIKAN BAHASA INDONESIA

0 komentar
Laporan oleh: Anton Sumantri

[Unpad.ac.id, 17/11] Menjadi Duta Bahasa bukan berarti harus selalu menggunakan bahasa Indonesia setiap waktu. Menjadi Duta Bahasa bukan pula harus selalu berbahasa Indonesia yang baku. Esensi dari menjadi Duta Bahasa adalah memiliki kepekaan untuk turut menggalang dan melestarikan bahasa, khususnya bahasa Indonesia.
Farida Rendrayani (Foto: Tedi Yusup)
Hal inilah yang dikemukakan oleh Duta Bahasa Jawa Barat, Farida Rendrayani, saat berbincang di ruang Redaksi Website Unpad, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, belum lama ini. Menurut Duta Bahasa Jabar yang juga mahasiswi Fakultas Farmasi Unpad ini, banyak terjadi kesalahan persepsi tentang predikat “Duta Bahasa”.

“Banyak yang mengira bahwa Duta Bahasa harus berbahasa Indonesia yang baik dan benar dalam artian bahasa Indonesia baku. Padahal yang dimaksud berbahasa Indonesia yang baik dan benar adalah menggunakan bahasa yang sesuai dengan lawan bicara dan situasi saat berbicara,” tuturnya Rabu (11/11) lalu.

Hal ini terjadi disinyalir karena kurangnya publikasi mengenai masalah ini. Ia sendiri menyadarinya oleh sebab itu, sebagai Duta Bahasa Jabar, ia pribadi ingin memberikan pengertian kepada masyarakat perihal esensi dari berbahasa Indonesia yang baik dan benar ini. Selain itu, ia juga akan menularkan kepada masyarakat mengenai penggunaan kosa kata Indonesia untuk menyebutkan sesuatu yang biasanya digunakan dalam bahasa asing.

“Tidak seperti duta-duta yang lain, pemenang ajang Duta Bahasa akan membuat program kerja selama dia bertugas sebagai Duta Bahasa. Jika di ajang-ajang yang lain, duta-duta tersebut akan menjalankan program kerja atau agenda kegiatan yang sudah diprogramkan oleh instansi dimana duta itu bernaung,” jelasnya.

Sementara itu, kecenderungan mencampur –baurkan bahasa dalam kata atau kalimat sudah banyak dilakukan oleh masyarakat khususnya di kalangan anak muda. “Contohnya seseorang mengatakan: Ya tinggal down load lah di internet,’ penggabungan kata down load dengan imbuhan lah tidak ada dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris. Meskipun kita mengerti maksudnya, tapi itu seharusnya tidak dilakukan karena memang salah,” ia menjelaskan.

Selain itu ia melihat masih banyak yang lebih senang menggunakan bahasa asing untuk menyebutkan sesuatu, padahal menurutnya, sudah ada kosa kata dalam bahasa Indonesia yang bermakna sama dengan kata yang disebutkan. Biasanya kosa kata ini masih berbau teknologi, seperti down load, up load, e-mail, dan sebagainya.

“Sebenarnya ada kosa kata dalam bahasa Indonesia untuk menggantikan kosa kata dalam bahasa asing tersebut. Sebagai contoh down load dalam bahasa Indonesia adalah unduh, up load dialihbahasakan menjadi unggah, e-mail adalah surat elektronik, dan masih banyak lagi leman-leman baru yang mungkin belum diketahui oleh masyarakat,” lugasnya.

Farida melanjutkan, Oktober lalu ia dan Duta Bahasa Jabar lainnya mengikuti ajang serupa tingkat nasional yang diadakan di Jakarta. “Yang mengikuti pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional adalah juara I di tingkat provinsi. Namun karena Angga (Duta Bahasa Jabar Kategori Laki-laki) sakit, maka ia digantikan oleh juara kedua,” ujar Farida.

Tidak seperti pada ajang pemilihan lainnya yang terkesan mewah, pemilihan Duta Bahasa lebih sederhana. Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional melalui beberapa proses. Selama mengikuti karantina, para peserta dibekali dengan materi kebahasaan dan perkembangan terakhir mengenai bahasa di Indonesia. Mereka juga diberi tugas untuk membuat esai tentang bahasa. Pengumuman yang menjadi Duta Bahasa Tingkat Nasional dilakukan pada saat malam keakraban.

“Tidak ada acara khusus dalam pengumuman pemenang. Pemilihan ini terkesan lebih sederhana, bahkan lebih meriah ketika Pemilihan Duta Bahasa Jawa Barat. Keunikan lainnya adalah peserta tidak dinilai secara inidividu tapi nilai tersebut digabung dengan Duta Bahasa pasangan atau penilaiannya secara per tim,” jelasnya. Bersama dengan pasangannya Farida menyabet juara kedua pada ajang tersebut. (eh)*

sumber: http://www.unpad.ac.id/archives/16253
Read more...

01 Oktober 2011

FADHIL DAN PUTRI DUTA BAHASA ACEH 2011

0 komentar

BANDA ACEH - Pasangan M Fadhil Achyari dan Putri Arimbi Siregar, terpilih sebagai Duta Bahasa tingkat Provinsi Aceh, setelah menyingkirkan 29 pasangan peserta lainnya dalam Lomba Pemilihan Duta Bahasa yang diselenggarakan Balai Bahasa Banda Aceh pada 6-12 Oktober lalu. 

Dengan kemenangan tersebut, keduanya memastikan diri untuk maju mewakili Aceh di ajang Pemilihan Duta Bahasa tingkat Nasional yang akan diselenggarakan pada 23-29 Oktober mendatang, di Jakarta.

Fadhil dan Putri berhasil keluar sebagai peserta lomba terbaik dalam setiap tahapan di antaranya Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), pembuatan makalah yang dilanjutkan dengan presentasi, dan wawancara. “Awalnya ada 30 pasang peserta yang ikut lomba ini, termasuk kami pada tahap UKBI pada 6 Oktober 2011,” kata Fadhil kepada Serambi, Kamis (13/10).

Dari tahapan tersebut, lanjutnya, terpilih 10 besar untuk mengikuti tahap pembuatan makalah dan presentasi. Lalu mengkerucut menjadi lima pasang pada grand final untuk mengikuti wawancara. Di tahap ini terpilih empat pasang yang keluar sebagai juara I, II, II, dan favorit. “Kami terpilih sebagai juara I Duta Bahasa Provinsi Aceh,” rinci Fadhil, Kamis (13/10).

Fadhil yang merupakan Duta Wisata Kota Banda Aceh 2010 ini mengatakan sedang giat-giatnya belajar Bahasa Perancis sebagai bekal mencari nilai tambah saat mengikuti lomba di tingkat nasional nanti. 

Sebagai Duta Wisata Kota Banda Aceh 2010, Fadhil yang bercita-cita menjadi diplomat ini juga menguasai tari Saman dan Seudati. Jika sewaktu-waktu diminta menarikan Tari Aceh di tingkat nasional ia menyatakan siap. “Syarat menjadi duta adalah peserta minimal berusia 18 tahun lulus SMA, bisa Bahasa Indonesia, bahasa asing, dan bahasa daerah. Peserta juga harus memiliki kepribadian menarik,” katanya. 

Umumnya peserta memilih bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Tapi, ada juga yang pakai Bahasa Arab, Jerman, dan bahasa lain. Yang penting menguasai tiga bahasa salah satunya bahasa asing. “Saya pilih Bahasa Perancis sebagai bahasa tambahannya,” papar Fadhil yang baru saja lulus SMA dan berencana mengikuti program pertukaran pelajar ke Australia awal tahun depan.

Putri Arimbi Siregar menambahkan tugas Duta Bahasa nantinya adalah mempromosikan bahasa, khususnya Bahasa Indonesia kepada generasi muda. “Tugas kita, mempromosikan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar termasuk mengenalkan kosakata baru,” sebut Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Syiah Kuala, Jurusan Ilmu Komunikasi ini. (ami)

Sumber: http://aceh.tribunnews.com/2011/10/14/fadhil-dan-putri-duta-bahasa-2011
Read more...

NURI HASAN NASUTION DAN HOT MARINGAN SAMOSIR,S.SOS. MENJADI DUTA BAHASA SUMUT 2011

0 komentar
Medan – Nuri Hasan Nasution dan Hot Maringan Samosir, S.Sos. meraih gelar Duta Bahasa Sumut 2011 setelah mengalahkan para peserta lain dalam Acara Pemilihan Duta Bahasa se-Provinsi Sumut tahun 2011 di gedung Balai Bahasa Medan Sabtu (1/10) siang. Nuri dan Hot Maringan menggantikan posisi Duta Bahasa Sumut 2010 yang disandang Aminah Rizki Lubis dan Edward Tosio Siahaan.

Dari kiri ke kanan: (Atas) Rezeky Lubis (Duta Bahasa Sumut 2009), Dewan Juri (Anharuddin Hutasuhut, Wartono, Wawan, Suyadi, Hasan Al Banna), dan Citra Hasan Nasution (Duta Bahasa Sumut 2007), (Bawah) Hot Maringan Samosir, Nuri Hasan Nasution, Sukma Septian Nasution, Aini Melbebahwati Saragih, Harnoi Asrin Lumban Gaol, dan Tiflatul Husna

Kepala Balai Bahasa Medan Prof. Amrin Saragih, M.A., Ph.D. didampingi Ketua Ikatan Duta Bahasa Sumut Citra Hasan Nasution, S.Pd. menyampaikan, siapa pun yang terpilih menjadi Duta Bahasa Sumut tahun ini, harus mampu menjadi duta untuk mengenalkan budaya Sumut melalui kekayaan bahasa daerah Sumut yang beragam di kancah nasional.

”Mereka akan berkompetisi di Pemilihan Duta Bahasa tingkat nasional dengan Duta Bahasa provinsi lain se-Indonesia pada Acara Bulan Bahasa dan Sastra 2011 di Jakarta tanggal 28 Oktober nanti sehingga mereka harus cerdas, cakap, dan bermental baja dalam mengikuti acara itu,” kata Prof. Amrin.

Ada 26 peserta yang terdiri dari 14 putra dan 12 putri berkompetisi pada acara tersebut. Mereka telah mengikuti beberapa seleksi diantaranya tes tertulis yaitu Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), wawancara tentang wawasan Kebahasaan, Uji Bahasa daerah dan asing, dan juga kepribadian selama acara. Pemenang II diraih Sukma Septian Nasution dan Aini Melbebahwati Saragih yang kedua-duanya adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Medan dan Pemenang III diraih Harnoi Asrin Lumban Gaol (mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Medan) dan Tiflatul Husna (mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia UMN-Alwasliyah).

Duta Bahasa Sumut 2011 putri Nuri Hasan Nasution yang merupakan Pemenang III Duta Pariwisata Sumut 2008 dan mahasiswa semester I Jurusan Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Medan bertujuan agar mampu menjadikan sastra Indonesia menarik dan menyenangkan bagi generasi muda. ”Saya bertujuan agar mampu membentuk Rumah Baca karena melalui membaca dan menulis para pemuda Indonesia menjadi cerdas, kreatif, dan berhati nurani,” tandas mahasiswi yang gemar membaca dan menulis ini. Duta Bahasa Sumut 2011 putra Hot Maringan Samosir, S.Sos. yang merupakan alumni FISIP Universitas Sumatera Utara dan aktif di komunitas Debat Bahasa Inggris se-Sumatera Utara juga menuturkan bahwa ajang seperti ini juga bertujuan untuk membuat suatu gerakan sosial bagi kaum muda untuk bangga berbahasa Indonesia. ”Saya sedih jika begitu banyak pemuda yang sering memakai jargon seperti MC, presenter, microphone, lunch, event, dan masih banyak lagi padahal semua itu sudah ada padanan katanya dalam bahasa Indonesia, ” ujarnya.  

Ketua Ikatan Duta Bahasa Sumut Citra Hasan Nasution, S.Pd. juga menyampaikan bahwa Duta Bahasa Sumut 2011 nantinya akan berkompetisi di tingkat nasional dengan memakai bahasa Indonesia tentunya, bahasa Mandailing, bahasa Batak Toba, bahasa Inggris dan Jerman. ”Mereka akan memakai pakaian adat Batak Toba atau Mandailing pada Puncak Acara di Jakarta nanti sehingga akan menunjukkan identitas Sumatera Utara” tandasnya.

Sumber: http://dubassumut.blogspot.com/2011/10/nuri-hasan-nasution-dan-hot-maringan.html
Read more...

13 November 2010

Pemenang Pemilihan Duta Bahasa 2010

0 komentar
Setelah melewati tahap penjurian final di Jakarta, maka berdasarkan penilaian ditetapkan nama-nama berikut sebagai Pemenang Pemilihan Duta Bahasa (Nasional) 2010.

Pemenang I :
Made Dwi Setyadhi M & Ni Nym. Krisna Kumalayani (BALI)

Pemenang II :
Bryan Gunawan & Linda Dwi Putri J (DKI JAKARTA)

Pemenang III:
Greget Kalla Buana & Vienna Paramitha A (JAWA TENGAH)

Pemenang Harapan I :
Loveandiyo M.R & Intan Permata Sari (SUMATERA BARAT)

Pemenang Harapan II :
Edward Tosio Fransetia S & Aminah Rizki Lubis (SUMATERA UTARA)

Pemenang Harapan III :
Jerianto Bolang & Fergie S. Mahaganti (SULAWESI UTARA)

Selamat kepada seluruh Pemenang, semoga mampu memberikan pencerahan dalam perkembangan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Read more...

16 Juli 2010

ARIANOOR DAN AYU DEWI, DUTA BAHASA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2010

0 komentar
Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010 telah berakhir. Pada kegiatan tersebut, akhirnya Arianoor untuk kategori putera dan Ayu Dewi Shinta untuk kategori puteri tampil sebagai Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2010. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut yaitu tanggal 21—24 Juni 2010 pada awalnya diikuti oleh 36 orang peserta. Pada tahap penyisihan yaitu Penilaian Naskah Karya Tulis Ilmiah dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) tersisih sebanyak 16 orang peserta. Selanjutnya, sepuluh finalis putera dan sepuluh finalis puteri bersaing ke tahap selanjutnya yaitu tahap presentasi karya tulis dan wawancara. Pada tahap ini, tiap peserta akan dinilai oleh tiga orang juri yaitu Dr.Petrus Poerwadi, M.S., Dr.Arnusianto M.Mage, Ph.D., dan Drs. Sumadi, M.Hum.

Pada akhirnya dewan juri mengumumkan sebanyak tiga pasang pemenang yaitu:

A. Kategori Putera

1. Arianoor Duta Bahasa I

2. Rio Sepryaen Duta Bahasa II

3. Arbendi Duta Bahasa III


B. Kategori Puteri


1. Ayu Shinta Dewi Duta Bahasa I

2. Marhamah Burhan Duta Bahasa II

3. Aurora Tri Listia Duta Bahasa III

Pada penutupan kegiatan, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Drs.Sumadi, M.Hum. mengharapkan para Duta Bahasa terpilih dapat menjadi ikon bagi lingkungannya sebagai duta-duta yang mampu mensosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar khususnya bagi generasi muda.

Selanjutnya, para pemenang akan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dalam satu tahun ke depan. (toh)

Sumber : Balai Bahasa Kalimantan Tengah
Read more...

15 Oktober 2009

Buku Koko P Bhairawa (Duta Bahasa 2006) Masuk Final Nominasi KLA 2009

0 komentar


Berdasarkan siaran pers dari Panitia Khatulistiwa Literary Award 2009, Buku Aku Lelah Menjadi Cantik karya Koko P Bhairawa (Duta Bahasa 2009) masuk dalam daftar nominasi, mohon doa dan semoga menjadi yang terbaik di malam penganugerahan.
Berikut adalah keputusan akhir dewan juri untuk kategori Penulis Muda Berbakat Khatulistiwa Literary Award ke 9, 2009.
Pada akhirnya dewan juri hanya memilih 8 karya yang memenuhi syarat kategori ini dan mereka yang lolos untuk penilaian berikut adalah (dalam urutan tak teratur):
1. Kartini Nggak Sampai Eropa/Sammaria
2. Aku Lelah Menjadi Cantik/Koko P. Bhairawa
3. 9 Matahari/Adenita
4. Lika Liku Luka/Celinereyssa
5. Etzhara/Rino Styanto
6. Pengantin Subuh/Zelfeni
7.Separuh Bintang/Evline
8.Fortunata/Ria N. Badaria
Sedangkan untuk Kategori Prosa dan Puisi tidak berubah, sebagai berikut:
5 Besar Prosa:
1. Meredam Dendam/Novel/Gerson Poyk
2. Sutasoma/Novel/Cok Sawitri
3. Lembata/Novel/F. Rhardi
4. Lacrimosa/Kumpulan Cerita Pendek/Dinar Rahayu
5. Tanah Tabu/Novel/Anindita S. Thayf
5 Besar Puisi:
1. Dongeng Anjing Api /Sindu Putra
2. Kolam/Sapardi Djoko Damono
3. Partitur, Sketsa, Potret dan Prosa/Wendoko
4. Puan Kecubung/Jimmy Maruli Alfian
5. Perahu Berlayar Sampai Bintang/Cecep Syamsul Hari
Kepada semua finalis, harap hadir pada malam Anugerah Sastra Khatulistiwa ke 9, bertempat di Plaza Senayan, Jl. Asia Afrika, Jakarta.
Read more...

25 Juli 2009

Animo Menjadi Duta Bahasa Meningkat

0 komentar

SEMARANG - Animo masyarakat Jawa Tengah untuk menjadi Duta Bahasa Jateng tahun ini meningkat. Ini terbukti, jumlah peserta pemilihan duta bahasa tingkat provinsi Jateng yang digelar Rabu (22/7) bertambah 12 orang dibanding peserta tahun sebelumnya.

Berlokasi di Gedung BKK Jl Supriyadi 37, pemilihan kini diikuti 62 peserta yang berasal dari perwakilan kabupaten/kota se-Jateng, perguruan tinggi, SMA, dan perseorangan yang mendaftar ulang.

Di ruang tertutup, Desi Presanti (Balai Bahasa Jateng), Sendang Mulyono (Himpunan Pembina Bahasa Indonesia), dan Widianto (Forum Bahasa Media Massa) menyeleksi ke-62 peserta tersebut satu per satu.

Drajat Agus Mourdowo selaku Koordinator Pengkajian Balai Bahasa Jateng mengatakan, penilaian tahun ini sangat menekankan pengetahuan peserta terhadap bahasa ibu dan pengetahuan budaya.

Dia menjelaskan, seleksi bertumpu pada kemampuan berbahasa peserta dalam mempresentasikan makalah. Makalah yang bertema kebahasaan dan kebudayaan yang mereka buat sebelumnya dipresentasikan dalam bahasa Inggris. Sedangkan kemampuan bahasa ibu diuji pada saat mereka mempresentasikan pengetahuan budaya dan pariwisata daerahnya.

Thonthowy Jawari, Kasubag Kebudayaan dan Kesenian Biro Bina Mental Provinsi Jateng, berharap dapat menemukan bibit unggul yang mampu menyosialisasikan pengguaan bahasa Indonesia maupun asing secara proporsional.

Dana penyelenggaraan kegiatan tersebut bersumber dari dana APBD. Dalam pemilihan bibit unggul tersebut diambil lima pasang juara. Mereka memperebutkan gelar juara serta hadiah berupa uang pembinaan, piala, piagam, dan buku kenang-kenangan dari Balai Bahasa.

Nana Riski Susanti (18), mahasiswi semester IV Unnes terpilih sebagai juara I putri. Perempuan asal Tegal itu mengaku tidak gugup saat penyeleksian karena sudah terbiasa mempresentasikan karya tulis dan puisinya di depan umum. Ketertarikannya dalam mengikuti pemilihan ini karena dia ingin mengembangkan kepribadian dan bakat kebahasaannya. Setelah ini, Nana akan berusaha menjadi mitra Balai Bahasa dengan menyosialisasikan penggunaan bahasa secara kontekstual dan proporsional.

Sementara Bagas Tria Rahmadadi (17) adalah putra Sukoharjo yang terpilih sebagai juara I putra. Calon mahasiswa UGM itu ingin memilimalisasi degradasi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dia akan bekerja sama dengan pemkab untuk menyosialisasikan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pada bulan Bahasa (Oktober) nanti, mereka berdua akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional. (K26-45)

Sumber : Suara Merdeka, 25 Juli 2009

Read more...

23 Juli 2009

Setelah Lima Bahasa, Kini Bahasa Isyarat

0 komentar
TELAH menguasai lima bahasa asing, yakni Inggris, Jerman, Prancis, Jepang dan Mandarin ternyata belum memuaskan Achmad Chaidir. Lelaki kelahiran Samarinda, 13 Februari 1977 ini pun berniat menekuni bahasa isyarat untuk memudahkannya berkomunikasi dengan penyandang cacat.

Rupanya, bergabungnya Chaidir--sapaan akrabnya--di Badan

Pembina Orang Cacat (BPOC) Kaltim menguatkan niatnya untuk mempelajari bahasa isyarat. "Saya tertarik bergabung dengan BPOC karena bisa membantu kawan penyandang cacat. Kalau bukan kita yang membantu, siapa lagi? Meskipun tak ada korelasi dengan kesukaan saya terhadap bahasa asing, tetapi ada kepuasaan tersendiri untuk membantu," kata Chaidir, Kamis (24/7).

Bahasa isyarat penting bagi Chaidir, karana Duta Bahasa 2006 ini bergaul dengan penyandang cacat. Chaidir bahkan dipercaya menjadi Ketua Anggaran BPOC Kaltim dan kini sedang sibuk mepersiapkan atlet ikut Porcanas.

"Saya senang berdekatan dengan mereka. Memang awalnya sulit berkomunikasi dengan kawan yang tunagrahita dan tunanetra, tetapi saya belajar untuk berkomunikasi dan salah satunya melalui bahasa isyarat," kata Chaidir, yang menambahkan ketertarikannya untuk mempelajari huruf braille.


Lantas bagaimana membagi waktu untuk pekerjaan sosial di BPOC dan juga sebagai staf honor di Bappeda Kota Samarinda? "Saya di BPOC mulai sore hingga malam, jadi tidak mengganggu pekerjaan utama di Bappeda," ujarnya.

Chaidir yang juga telah mempelajari lima bahasa asing ini mengaku sangat menyukai bahasa Mandarin, terutama karena sangat menantang. "Saya memang lebih tertantang dengan bahasa Mandarin, karena ada empat nada yang berbeda jadi kalau salah sebut maka beda arti. Tapi kalau fasih, saya lebih fasih bahasa Inggris," ujarnya.

Namun, ia pun mengaku cukup kesulitan untuk mengembangkan kemampuan bahasanya. Pasalnya, sulit mendapatkan kawan berkomunikasi. Meski begitu, Chaidir tak pernah lupa untuk mengembangkan kemampuannya dengan berlatih setiap hari, selama dua jam. "Supaya tidak lupa," ujarnya sambil tersenyum. (may)

biodata
Nama : Achmad Chaidir
TTL : Samarinda, 13 Februari 1977
Alamat : Jalan Mutiara No 2 RT 17 Samarinda
Pekerjaan : Staf Eko Sosbud Bappeda Kota Samarinda
Hobi : Belajar bahasa asing, membaca dan renang.

Read more...

22 Juli 2009

Duta Bahasa Sulawesi Utara 2009

0 komentar
Berikut pemenang Pemilihan Duta Bahasa tingkat Propinsi Sulawesi Utara tahun 2009:

Pemenang pria:

I. Luky Slat, mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Unima

II. Dedy Palamea, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Unima

III. Christofel kindangen, mahasiswa Fakultas Sastra Unsrat

Pemenang wanita:

1. Tersiana Bawengan, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas De La Salle

II. Chirley Sarese, mahasiswa Fakultas Ekonomi

Universitas De La Salle

III. Gabby Wentuk, mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Sam Ratulangi Manado

Sumber : http://dutabahasasulawesiutara2009.blogspot.com/

Read more...

Aini Rahmania, Terpilih Sebagai Duta Bahasa Jawa Timur 2009

0 komentar

Bertambah satu lagi mahasiswi Teknik Informatika ITS Surabaya menorehkan sebuah prestasi yang membanggakan. Duta Bahasa Jawa Timur 2009, adalah prestasi yang diraih oleh mahasiswi yang memiliki nama lengkap Aini Rahmania K.F. Mahasiswi yang akan menginjak semester 5 ini, mewakili ITS Surabaya dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Jawa Timur 2009 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Surabaya. Perlu diketahui, ajang ini merupakan ajang tahunan untuk memilih putra putri terbaik dari Jawa Timur yang dinilai memiliki kemampuan berbahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Inggris yang baik, memiliki penampilan menarik,dan mampu berbicara di depan publik secara baik.

Peserta dalam kontes ini ialah pasangan duta bahasa dari masing-masing universitas di Jawa Timur. Dari para peserta tersebut, dipilih satu mahasiswa dan mahasiswi untuk menjadi Duta Bahasa Jawa Timur dan nantinya akan mewakili Propinsi Jawa Timur dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional.Dalam menjadi Duta Bahasa,setidaknya ada 3 tahap penilaian yang harus dilewati dara berusia 20 tahun ini. Tahapan penilaian tersebut antara lain yang pertama, tes Uji Kemampuan berbahasa Indonesia. Tes ini persis TOEFL tapi bahasa Indonesia, tes yang dilalui meliputi tes tulis(writing),mendegarkan (listening),membaca (reading), serta tes struktur dan gramatikal bahasa Indonesia. Yang kedua, tes wawancara bersama 3 juri, juri pertama menguji kemampuan berbahasa Indonesia, juri kedua menguji wawasan kebahasaan daerah, juri ketiga menguji wawasan kebahasaan bahasa asing. Dan tahap terakhir tes presentasi,tes ini layaknya miss Indonesia. Jadi, para kontestan mengambil pertanyaan dari undian, kemudian langsung menjawab pertanyaan tersebut di depan para juri dan audiens on the spot.

Setelah mengalami seleksi yang cukup ketat, terpilihlah Aini dari ITS Surabaya bersama Lukman dari Malang. Para duta yang terpilih berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 1.500.000,- dan juga sudah mulai aktif dengan kegiatan kebahasaan, seminar-seminar beserta kongres kebahasaan, dan tak kalah pentingnya yaitu persiapan menuju ajang Duta Bahasa Indonesia di tingkat nasional.

Kami, Himpunan Mahasiswa Teknik Computer - Informatika ITS Surabaya mengucapkan Selamat atas terpilihnya Aini Rahmania K.F. (C-17) sebagai Duta Bahasa Jawa Timur 2009.

Sumber : www.hmtc-its.org, 2 Juli 2009

Read more...

Febrianto dan Patrisia, Duta Bahasa Provinsi Jambi 2009

0 komentar

KOTA JAMBI - Kantor Bahasa provinsi Jambi menyelenggarakan Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Jambi, acara yang bertujuan untuk membangkitkan minat generasi muda di Jambi untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, menambah wawasan generasi muda tentang bahasa Indoensia.

Juga untuk mencari tunas muda yang mampu berbahasa Indonesia, berbahasa daerah, dan berbahasa asing, menjadikan bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa Indonesia, dan menjadikan duta terpilih sebagai ikon yang dapat mempanguruhi lingkungannya untuk berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi yang diwakili Koordinator TU Yarmalus SPd menyampaikan bahwa Duta terpilih Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 9 – 11 Juni diikuti 74 peserta.

Adapun Dewan Juri ajang pemilihan ini adalah Dr Sudayono dari FKIP Universitas Jambi (Unja)), Drs Junaidi T Noor yang merupakan Budayawan Jambi, dan Dra Ermitati MHum seorang Peneliti dari Kantor Bahasa Provinsi Jambi.

Gustia Mira SPd. Ketua panitia penyelenggara mengungkapkan, proses seleksi sudah berlangsung dari tanggal 28 April – 15 Mei 2009 lalu.

Dari proses seleksi tersebut maka terpilihlah sepuluh finalis Duta Bahasa Putra dan Putri dan telah mengikuti proses seleksi selanjutnya yang berlangsung pada tanggal 9—11 Juni 2009 di Kantor Bahasa Prov. Jambi. Tahapan seleksi penilaian duta bahasa provinsi Jambi ini akhirnya dewan Juri memutuskan dan menetapkan dua duta bahasa terpiliha putra dan putri.

Duta terpilih tersebut adalah Dedi Febrianto dan Patrisia Merly sebagai juara pertama putra dan putri. Sementara itu Afif Rofii dan Vera Andriani juara kedua dan Asas Muttaqin serta Selvia Liza Asni juara ketiganya. (cal)

Sumber : Jambi Online, 22 Juli 2009

Read more...

David dan Nurul Duta Bahasa Kaltim 2009

0 komentar

Wakili Kaltim ke Tingkat Nasional

SETELAH melewati serangkaian seleksi yang cukup ketat, akhirnya David Windra, Juara 1 Putra dan Nurul Darmayanti, Juara 1 Putri dinobatkan sebagai Duta Bahasa Kaltim 2009. Pemilihan Duta Bahasa ini digelar Kantor Bahasa Kaltim, Kamis (25/6) kemarin.

David, pegawai Bank CIMB Niaga dan Nurul, mahasiswa Universitas Mulawarman ini dinilai memiliki kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Baik untuk Bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Ditambah dengan wawasan kebahasaan dan pengetahuan yang cukup luas.

"Dari segi persentasi dan nilai UKBI (Uji Kemahiran Berbhasa Indonesia), David dan Nurul dianggap paling unggul, cerdas dan memiliki kemampuan lebih dari kriteria yang telah ditetapkan. Tidak hanya kemampuan bahasa asing, namun juga kemampuan bahasa Indonesia yang baik," jelas Ketua Panitia Duta Bahasa Kantor Bahasa, Abd Rahman.

David dan Nurul akan mewakili Kaltim untuk mengikuti Pemilihan Duta Bahasa tingkat nasional di Jakarta, pada Oktober mendatang. Menurut Rahman, Duta Bahasa ini diikuti 14 peserta yaitu 6 putra dan 9 putri. Syaratnya ada putra dan putri yang berusia 18-25 tahun.

Sebelum terpilih menjadi Duta Bahasa, peserta harus meelwati beberapa tahapan seleksi. Yaitu tes UKBI dan yang terakhir yaitu persentase makalah yang dibuat oleh peserta tentang Kebahasaan dan Kesastraan.

"Penilaian dilihat dari pengetahuan umum, penampilan kemampuan persentase, pengetahuan bahasa dan sastra Indonesia dan pengetahuan dan sastra daerah. Dan yang terakhir adalah kemampuan berbahasa asing. Penilaian ini akan digabung dengan tes UKBI," tambah Rahman.

Menurut Koordinator Bidang Pengembangan Kantor Bahasa Kaltim ini, kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun untuk memilih Duta Bahasa Kaltim yang akan mewakili Kaltim ke tingkat nasional. Dengan tujuan untuk meningkatkan minat generasi muda untuk menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar serta menambah generasi muda tentang Bahasa Indonesia. (ici)

Sumber : Samarinda Pos, 26 Juni 2009

Read more...

Edi S. dan Rahmadianti Duta Bahasa Lampung 2009

1 komentar

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Edi Susila dan Rahmadianti terpilih sebagai duta bahasa tahun 2009 dalam ajang Pemilihan Duta Bahasa yang digelar di Aula Kantor Bahasa Pemprov Lampung, Rabu (24-6).

Edi yang berstatus sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Lampung itu mengantongi nilai 1.055, mengungguli Kristian Adiputra yang hanya memperoleh nilai 993 sekaligus menduduki peringkat kedua. Sementara peringkat ketiga diraih oleh Septian Trisilo Prabowo yang memperoleh nilai 990.

Untuk kategori putri, juara pertama diraih oleh Rahmadianti Gazadinda wakil dari SMAN 2 Bandar Lampung dengan total nilai 1.025. Juara kedua diraih oleh Nia Selfia yang mendapai nilai 1.014 dan di peringkat ketiga diraih oleh Yuni Anggraini 982.

Dewan juri dalam lomba ini antara lain Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung Agus Sri Danardana, dosen FKIP Universitas Lampung Farida Ariani, Fajar Isnawan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung , dan Amirudin Sormin, wartawan Lampung Post.

Fajar Isnawan berharap agar para finalis mampu mengharumkan Provinsi Lampung baik di kancah nasional dan internasional. "Ke depan ajang pemilihan seperti ini dapat diadakan di tempat keramaian seperti mal supaya gaungnya lebih terasa," ujarnya.

Para peserta yang berjumlah 30 orang dan berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa ini diwajibkan menjawab pertanyaan dari dewan juri tentang kebahasaan dan pengetahuan umum.

Tresia peserta dari FKIP Unila berharap kepada Pemprov Lampung untuk mengeksplorasi objek-objek wisata di Provinsi Lampung seperti Taman Wisata Batu Putu. "Hal itu perlu dilakukan supaya turis tertarik dan lebih banyak lagi yang datang ke Provinsi Lampung," kata dia.

Sumber : Lampung Pos, 25 Juni 2009

Read more...

30 November 2008

MEWAKILI DIY, DUA MAHASISWA UGM DINOBATKAN SEBAGAI DUTA BAHASA NASIONAL 2008

0 komentar
Dhinar dan Analisa Bersama Piagam Penghargaan

Bahasa dalam tayangan sinetron perlu dicermati. Begitulah pesan yang disampaikan dua mahasiswa UGM, Dhinar Arga Dumadi dan Analisa Widyaningrum yang telah ditetapkan sebagai pemenang Duta Bahasa Indonesia tahun 2008.

Menurutnya, bahasa sinetron telah mengundang keprihatinan karena penggunaannya yang tidak mengenal tempat. Bahasa sinetron atau "bahasa gaul" dinilai telah digunakan secara salah kaprah. Yaitu digunakannya bahasa tidak baku (non formal) dalam situasi formal.

"Sebagai Duta Bahasa, kami ini kan mitra kerja pusat-pusat bahasa dan Balai Bahasa yang ada. Oleh karena itu kami ingin mengoptimalkan berbagai program kerja yang telah ada. Salah satunya terkait dengan program penggunaan bahasa," ujar keduanya, Jum'at (12/12) di ruang Fortakgama UGM.

Dhinar Arga Dumadi, mahasiswa Sastra Perancis FIB UGM angkatan 2008 dan Analisa Widyaningrum, mahasiswi Psikologi UGM angkatan 2007 adalah wakil Provinsi DIY. Keduanya dinobatkan sebagai Duta Bahasa Nasional tahun 2008 setelah melewati beberapa tahapan seleksi, dan berhasil menyisihkan 25 peserta lain dari seluruh Indonesia saat seleksi tingkat nasional tanggal 20-27 Oktober 2008 lalu di Depdiknas. Keduanya lolos setelah melalui berbagai kriteria penilaian. Berbagai kriteria tersebut antara lain kemampuan bahasa Indonesia, bahasa asing dan daerah, hingga pembuatan makalah serta penyajiannya di hadapan dewan juri dari Pusat Bahasa.

Khusus untuk pembuatan makalah, ujar Dhinar, mereka berdua yang satu tim ini membuat sebuah judul "Bahasa Sinetron Sebagai Pemicu Rusaknya Jati Diri Bangsa". Dalam makalah itu mereka menyoroti dampak dari penggunaan bahasa Indonesia terhadap perilaku/kesopanan dan efek psikologis terhadap masyarakat, khususnya anak-anak.

"Bahasa sinetron kita akui banyak digunakan tidak pada tempatnya sehingga sering membuat kesalahan pula ketika dipraktekan di masyarakat. Ironisnya banyak pula yang secara psikologis menyebabkan efek negatif bagi anak karena bahasanya yang kasar dan tidak sopan," tutur Dhinar.

Sementara, Analisa Widyaningrum menambahkan setelah mereka berdua berhasil menyabet gelar duta bahasa, maka pada tanggal 28-31 langsung diikutsertakan dalam Kongres Bahasa Indonesia tingkat Internasional di Jakarta. Konggres ini, katanya, diikuti oleh 20 negara dunia seperti China, Australia, dan Jerman.

"Jelas kita bangga karena ternyata bahasa Indonesia di luar negeri sudah diajarkan. Bahkan di China dibuka pula jurusan Bahasa Indonesia pada salah satu Universitasnya," terang Analisa.

Dengan kemenangan tersebut mereka berdua berhak mendapatkan hadian piagam, uang pembinaan masing-masing Rp 7 juta serta pin emas. Sebagai Duta Bahasa Nasional, keduanya akan menjalankan tugas-tugas secara terus menerus.

"Tidak ada batasan waktu. Seandainya nanti terpilih Duta Bahasa Nasional yang baru, maka itu akan menjadi mitra. Kami berdua tetap sebagai Duta Bahasa, istilahnya tambah teman dalam menjalankan tugas-tugas sebagai Duta Bahasa Nasional," tandas Dhinar (Humas UGM)

Sumber: http://ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=1680
Read more...

04 November 2008

Pemenang Pemilihan Duta Bahasa tingkat Nasional 2008

0 komentar
Pemenang I : Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Pemenang II : Provinsi Sumatra Barat

Pemenang III: Provinsi Jawa Barat
Read more...

01 September 2008

Parthiutanta dan Annike, Wakili Sumbar di Jakarta

0 komentar
Jumat, 15 Agustus 2008
Parthiutanta dan Annike Feby Violina sebagai Uda Uni Duta Bahasa Sumbar 2008 akan mewakili Sumbar dajang Pemilihan Duta Bahasa tingkat Nasional di Pusat Bahasa, Jakarta, 22—28 Oktober 2008. “Kita berharap sepasang duta bahasa kita dapat berkiprah pada ajang pemilihan Duta Bahasa tingkat Nasional,” harap Kepala Balai Bahasa Padang Erwina Burhanuddin kepada Padang Ekspres, kemarin.

Menurut Erwina, dasar pemilihan Duta Bahasa ini tidak lain untuk menggalakkan lagi penggunaan bahasa Indonesia di kalangan remaja yang kini tidak lagi proporsional. “Kebanyakan remaja kita cenderung menggunakan bahasa gaul. Dilihat dari kaidahnya berbeda jauh dari kaidah-kaidah yang ada dalam bahasa Indonesia,” ujar Erwina.

Ketakproposionalan tersebut, lanjut Erwina tidak lepas dari bercampurnya antara bahasa asing dan bahasa Indonesia. “Bahkan, tidak sedikit orang yang menggunakan kosa kata dari tiga bahasa berbeda dalam perbincangan di forum resmi,” tukasnya. (zil)

Sumber : Padang Ekspres, edisi 15 Agustus 2008

link: http://www.padangekspres.co.id/content/view/15391/117/

Read more...

Ahmad & Gira, Duta Bahasa Jabar

0 komentar
AHMAD Hasbullah dan Gira Mayang Septantia dinobatkan sebagai juara putra dan putri Duta Bahasa Provinsi Jawa Barat 2008 oleh Balai Bahasa Bandung (B3), di kantor B3, Jln. Sumbawa Bandung. Kamis (21/8). Keduanya akan mewakili Jawa Barat ke tingkat nasional Oktober mendatang. Dewan juri juga menetapkan Iqbal Nurman sebagai juara favorit putra dan Raden Sasnitya di kelompok putri. (CA-166)***

Sumber : Pikiran Rakyat, http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=29577

Read more...

16 Juli 2008

Duta Bahasa Propvinsi Kalimantan Tengah 2008

0 komentar
Palangkaraya. Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah menggelar puncak pemilihan Duta Bahasa 2008 Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, 21-24 Mei 2008. Acara ini berlangsung di Aula Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. 11 pasang peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan perwakilan dari 10 kabupaten dan 1 kota yang ada di Kalimantan Tengah, yaitu kabupaten Barito Utara, Barito Timur, Seruyan, Kapuas, Lamandau, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Murung Raya, Katingan, dan Kota Palangkaraya. Sementara itu Kabupaten Sukamara, Gunung Mas, dan Barito Selatan tahun ini tidak mengirimkan utusannya.

Setelah melalui serangkaian kegiatan seperti pembekalan kebahasaan dan kesastraan, tes wawancara, dan tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah bersama dewan juri yang ditunjuk (Dr. Petrus Poerwadi, Dr. Arnusianto, dan Drs. Kardinal) menetapkan perwakilan dari Kabupaten Kapuas atas nama Feronard AS. B dan Marina TA Meifany sebagai Duta Bahasa 2008 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.

Read more...